PSAK 108 tentang Transaksi Asuransi Syariah

   
PSAK 108 ini khusus untuk transaksi asuransi syariah. Pengaturan dalam PSAK ini meliputi pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan transaksi akuntansi yang meliputi Kontribusi Peserta; Alokasi Surplus dan defisit under writing; penyisihan teknis dan cadangan dana tabarru.
Penggunaan PSAK ini berlaku untuk jenis jenis asuransi syariah, seperti Asuransi umum, asuransi jiwa, reasuransi. Dijelaskan juga perbedaan karakteristik khusus antara asuransi syariah dan asuransi konvensional yang disebutkan,
  1. Sharing risk sebagai prinsip utama
  2. Premi merupakan milik peserta
  3. Memiliki prinsip dasar ta'awuni dan takafui
  4. Menggunankan akad terbaru antara sesama peserta dan tijari antara pengelola dana dan peserta.
  5. Premi bisa berupa kontribusi ATAU konteribusi dan tabungan
  6. Sumber pendanaan berasal dari donasi, hasil investasi syariah dan akumulasi cadangan
  7. Dana klaim diambil dari dana tabarru
Beberapa pengertiand dari istilah istilah dalam asuransi syariah dijelaskan,

Cadangan dana tabarru ialah cadangan dalam bentuk surplus underwriting dan tak akan dibagikan pada peserta ataupun pengelola. Dana ini tersimpan nantinya untuk pembayaran klaim asuransi.

Dana peserta, terdiri dari dua. Dana tabarru' untuk membayar atau donasi jika ada anggota yang melakukan klaim. Lalu ada dana investasi yang dikembangkan dan dikelola oleh pihak perusahaan.

Outstanding claim, atau klaim dalam proses. Pengertiannya adalah beban penyisihan untuk klaim yang ada dan dilaporkan hingga akhir perioda berjalan. Penyisihan ini masuk pada beban penangan dan dikurangi dengan beban klaim yang menjadi keharusan reasuransi.

Clain incurred but not reported, klaim yang terjadi tetapi belum dilaporkan hingga akhir periode berjalan. Penyisihan ini adalah kewajiban reasuransi.

Kontribusi atau contribution, yaitu total jumlah brutto yang jadi kewajiban peserta dalam porsi resiko dan ujrah.

Un-earned contribution atau kontribusi yang belum dihasilkan. Merupakan bagian kontribusi yang diterima pihak pengelola dalam periode yang berlangsung. Namun periode asuransi melingkup 1 atau lebih periode berikutnya. Oleh sebab itu, kontribusi ini tak diakui pada periode yang berlangsung tersebut.

Earned contributions atau kontribusi yang telah dihasilkan. Yaitu bagian kontribusi kontrak asuransi yang telah diakui pada periode yang sedang berlangsung.

Un-earned contributions provision atau total penyisihan dalam pemenuhan resiko yang timbul untuk periode masa mendatang.

Pengakuan Awal

Kontribusi dari peserta asuransi diakui merupakan bagian dari dana tabarru (dana peserta). Pembayran dari peserta asuransi yang digunakan untuk investasi akan diakui menjadi,
  1. Dana Syirkah sementara, bila akad yang digunakan mudharabah atau mudharabah musytarakah.
  2. Jika mengunakan akad wakalah, maka dana investasi akan mengurani kewajiab dan melaporkan penyaluran tersebut dalam dana investasi terikat. Atau akan diakui sebagai kontribusi ujrah sebagai pendapata dalam laporan laba rugi dan akan jadi beban dalam laporan surplus defisit undeer writing dana tabarru.

Pengukuran setelah pengakuan awal

Surplus/Defisit Underwriting dana tabarru

  1. Penetapan besaran surplus underwriting dana tabarru’ tergantung kepada peserta secara kolektif, regulator atau kebijakan manajemen:
  2. seluruh surplus sebagai cadangan dana tabarru’;
  3. sebagian sebagai cadangan dana tabarru’ dan sebagian lainnya didistribusikan kepada peserta; atau
  4. sebagian sebagai cadangan dana tabarru’, sebagian didistribusikan kepada peserta, dan sebagian lainnya didistribusikan kepada entitas asuransi syariah.
  5. Bagian surplus underwriting dana tabarru’ yang didistribusikan kepada peserta dan bagian surplus underwriting dana tabarru’ yang didistribusikan kepada entitas pengelola diakui sebagai pengurang surplus dalam laporan perubahan dana tabarru’.
  6. Surplus underwriting dana tabarru’ yang diterima entitas pengelola diakui sebagai pendapatan dalam laporan laba rugi, dan surplus underwriting dana tabarru’ yang didistribusikan kepada peserta diakui sebagai kewajiban dalam neraca.

Defisit underwriting dana tabaru

  1. Pinjaman qardh dalam neraca dan pendapatan dalam laporan surplus defisit underwriting dana tabarru’ diakui pada saat entitas pengelola menyalurkan dana talangan sebesar jumlah yang disalurkan
  2. Defisit tabarru’ artinya dalam ekuitas pemegang polis terjadi saldo surplus yang negatif atau saldo surplus pada posisi debet.
  3. Pinjaman oleh perusahaan diberikan bukan untuk mengkreditkan saldo surplus tetapi melainkan sebagai ‘bantuan cash flow’ dari dana pengelola kepada dana pemegang polis.


Penyisihan teknis untuk asuransi syariah

Penyisihan kontribusi yaitu jumlah untuk memenuhi klaim yang terkait dengan kontribusi yang timbul pada periode berjalan atau periode mendatang (penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak).

Klaim yang masih dalam proses yaitu jumlah penyisihan atas ekspektasi klaim yang terjadi dan dilaporkan sampai dengan akhir periode berjalan. Penyisihan tersebut termasuk beban penanganan dikurangi beban klaim yang menjadi kewajiban reasuransi.

Klaim yang terjadi tetapi belum dilaporkan yaitu jumlah penyisihan atas klaim yang telah terjadi tetapi tidak dilaporkan sampai dengan akhir periode berjalan. Penyisihan tersebut termasuk beban penanganan dikurangi beban klaim yang menjadi kewajiban reasuransi.

Penyisihan teknis diakui pada saat akhir periode pelaporan sebagai beban dalam laporan surplus defisit underwriting dana tabarru’. Penyisihan teknis diukur sebagai berikut:

Penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak dihitung menggunakan metode yang berlaku dalam industri perasuransian.

Klaim yang masih dalam proses diukur sebesar jumlah estimasi klaim yang masih dalam proses oleh entitas pengelola. Jumlah estimasian tersebut harus mencukupi untuk mampu memenuhi klaim yang terjadi dan dilaporkan sampai dengan akhir periode pelaporan, setelah mengurangkan bagian reasuransi dan bagian klaim yang telah dibayarkan.

Klaim yang terjadi tetapi belum dilaporkan diukur sebesar jumlah estimasi klaim yang diekspektasikan akan dibayarkan pada tanggal neraca berdasarkan pada pengalaman masa lalu yang terkait dengan klaim paling kini yang dilaporkan dan metode statistik.

Cadangan dana tabarru’ 

Digunakan untuk:
menutupi defisit yang akan terjadi di periode mendatang; dan

tujuan memitigasi dampak risiko kerugian yang luar biasa yang terjadi pada periode mendatang untuk jenis asuransi (class of business) yang menunjukkan derajat volatilitas klaim yang tinggi.

Cadangan dana tabarru’ diakui pada saat dibentuk sebesar jumlah yang dianggap mencerminkan kehatihatian (deemed prudent) agar mencapai tujuan pembentukannya yang bersumber dari surplus underwriting dana tabarru’.

Pada akhir periode pelaporan, jumlah yang diperlukan untuk mencapai saldo cadangan dana tabarru’ yang dibutuhkan diperlakukan sebagai penyesuaian atas surplus underwriting dana tabarru’.

PENYAJIAN

Bagian surplus underwriting dana tabarru’ yang didistribusikan kepada peserta disajikan secara terpisah pada pos “bagian surplus underwriting dana tabarru’ yang didistribusikan kepada peserta” dan bagian surplus yang didistribusikan kepada entitas asuransi syariah disajikan secara terpisah pada pos “bagian surplus underwriting dana tabarru’ yang didistribusikan kepada pengelola” dalam laporan perubahan dana tabarru’.

Penyisihan teknis disajikan secara terpisah pada kewajiban dalam neraca.

Dana tabarru’ disajikan sebagai dana peserta yang terpisah dari kewajiban dan ekuitas dalam neraca

Cadangan dana tabarru’ disajikan secara terpisah pada laporan perubahan dana tabarru’.

PENGUNGKAPAN

Entitas asuransi syariah mengungkapkan terkait kontribusi, tetapi tidak terbatas pada:
a. Kebijakan akuntansi untuk:
    1. kontribusi yang diterima dan perubahannya;

    2.pembatalan polis asuransi dan konsekuensinya

b. Piutang kontribusi dari peserta, entitas asuransi, dan reasuransi;

c.. Rincian kontribusi berdasarkan jenis asuransi;

d. Jumlah dan persentase komponen kontribusi untuk bagian risiko dan ujrah dari total kontribusi per jenis asuransi;

e. Kebijakan perlakuan surplus atau defisit underwriting dana tabarru’

f. Jumlah pinjaman (qardh) untuk menutup defisit underwriting (jika ada)

Entitas asuransi syariah mengungkapkan terkait dengan dana investasi, tetapi tidak terbatas pada:

  1. Kebijakan akuntansi untuk pengelolaan dana investasi yang berasal dari peserta; dan
  2. Rincian jumlah dana investasi berdasarkan akad yang digunakan dalam pengumpulan dan pengelolaan dana investasi.

Entitas asuransi syariah mengungkapkan terkait penyisihan teknis, tetapi tidak terbatas pada:
  1. Jenis penyisihan teknis (saldo awal, jumlah yang ditambahkan dan digunakan selama periode berjalan, dan saldo akhir);
  2. Dasar yang digunakan dalam penentuan jumlah untuk setiap penyisihan teknis dan perubahan basis yang digunakan.
Entitas asuransi syariah mengungkapkan terkait cadangan dana tabarru’, tetapi tidak terbatas pada:
  •  Dasar yang digunakan dalam penentuan dan pengukuran cadangan dana tabarru’;
  •  Perubahan cadangan dana tabarru’ per jenis tujuan pencadangannya (saldo awal, jumlah yang ditambahkan dan digunakan selama periode berjalan, dan saldo akhir);
  • Pihak yang menerima pengalihan saldo cadangan dana tabarru’ jika terjadi likuidasi atas produk atau entitas;
  • Jumlah yang dijadikan sebagai dasar penentuan distribusi surplus underwriting.
Entitas asuransi syariah mengungkapkan aset dan kewajiban yang menjadi milik dana tabarru’
dalam:

Share:

Loading...

Postingan Terkait

No comments:

Post a Comment