Contoh PTK PKn: Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui...

   
Judul PTK: Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui 
Media Gambar  dan Diskusi Kelompok Pada Mata Pelajaran PKn (Pokok Bahasan Sistem Politik Indonesia) di xxxx

BAB I: PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu program pembangunan nasional, yang erat sekali hubungannya dengan pengembangan sumber daya manusia. Salah satu usaha dalam peningkatan kualitas pendidikan adalah dengan meningkatkan proses belajar mengajar melalui penggunaan media yang relevan dengan materi ajar.

Perlu disadari bahwa peranan guru dalam proses belajar mengajar hanyalah sebagai fasilitator dan mediator, sedangkan yang melakukan kegiatan belajar itu sendiri adalah siswa. Oleh sebab itu guru mempunyai peranan penting menyusun strategi belajar dan menciptakan keaktifan siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Diantara komponen untuk meningkatkan hasil belajar dengan cara memilih media yang tepat. Sebagaimana yang terdapat di buku Hamalik (1987, 21), bahwa :
Media pendidikan adalah alat, metode, teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.
Berdasarkan pendapat diatas bahwa media pendidikan sangatlah penting, karena besar pengaruhnya dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Yang dapat merangsang minat siswa supaya lebih terfokus terhadap materi pelajaran yang disajikan dan dapat memperjelas komunikasi yang disampaikan guru.
Belakangan ini mutu lulusan dianggap kurang baik, karena rendahnya NEM, rendahnya moral produk pendidikan serta disiplin yang tidak baik dan lain sebagainya. Tentu tenaga pendidik sebagai pengelola pendidikan tidak tinggal diam mencari solusi terbaik agar terlepas dari berbagai permasalahan pendidikan ini.

Proses belajar mengajar di dalam kelas adalah suatu saran untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan, mulai tujuan khusus pendidikan sampai tujuan pendidikan nasional. Namun proses belajar mengajar tidak selalu berjalan mulus seperti yang kita rencanakan. Banyak kendala-kendala yang ditemui oleh guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar di lapangan. Diantaranya kurangnya minat dan motivasi belajar dari siswa dalam pelajaran PKn., siswa cenderung kurang tertarik dengan pelajaran PKn karena mereka menganggap pelajaran PKn hanya hafalan saja, serta kurang menariknya metode dan media yang dipakai.

Hal yang di temui saat berlangsungnya proses pembelajaran adalah sering ribut, siswa tidak mendengarkan dan tidak memperhatikan guru menyampaikan materi. Ini dikarenakan para siswa lebih cenderung membicarakan hal-hal lain di luar materi pelajaran dengan temannya. Hal ini disebabkan kurang tertariknya mereka terhadap pelajaran. Faktor lain yang menyebabkan mereka ribut, karena adanya mereka yang kurang paham dengan penjelasan guru, tetapi tidak mau bertanya pada guru sehingga menimbulkan suara berisik waktu belajar.

Disisi lain guru telah mencoba melakukan berbagai usaha agar materi pelajaran yang disajikan dapat dipahami oleh siswa sesuai dengan tujuan. Contohnya dengan memberikan PR yang tujuannya agar siswa dapat mengulang kembali di rumah materi yang telah dipelajarinya di sekolah agar lebih dipahami. Kenyataan yang terjadi ada diantara mereka tidak membuat sama sekali, sebagian ada yang mengerjakannya di sekolah dengan mencontoh punya teman yang sudah siap, sebagian lagi ada juga yang membuat hanya karena takut dimarahi guru, sehingga apa yang dibuatnya ada yang benar dan ada yang salah.

Berdasarkan uraian di atas, maka guru harus kreatif memikirkan media pembelajaran yang menarik dan diskusi kelompok bagi siswa. Salah satu media yang tepat digunakan adalah dengan menggunakan media gambar dalam kegiatan pembelajaran. Karena dengan menggunakan media pembelajaran memungkinkan siswa dapat mengembangkan aktifitas dan kreatifitasnya dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat diidentifikasi permasalahan yang muncul pada mata pelajaran PKn di SMA Negeri xxx sebagai berikut:

  1. Sesuai dengan pelaksanan KTSP 2006 menuntut ketuntasan penyampaian materi pembelajaran. Materi pembelajaran harus dikuasai siswa 80%, jika tingkat penguasaan kurang, maka harus diadakan remedial. Sedangkan yang mencapai 80% atau lebih diberi pengayaan. Keberhasilan yang dicapai siswa haruslah seimbang antara ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Sementara waktu yang tersedia untuk mata pelajaran PKn hanya 2 jam seminggu.
  2. Mata pelajaran PKn merupakan mata pelajaran yang kurang diminati siswa. 

Seiring dengan perkembangan IPTEK, maka tidak mungkin lagi guru mengajar dengan ceramah dan tanya jawab saja. Tetapi butuh media pembelajaran yang dapat meningkatkan kreatifitas siswa dalam belajar. Sehingga siswa dapat memahami konsep-konsep yang abstrak tersebut dengan contoh-contoh kongkret.

C. Perumusan dan Pembatasan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, maka rumusan masalah penelitian ini adalah “Apakah dengan menggunakan media gambar dan diskusi kelompok pada mata pelajaran PKn (pokok bahasan Sistem Politik Indonesia ) akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa? Sesuai dengan rumusan masalah maka pembatasan masalah yaitu: “Penggunaan media gambar dan diskusi kelompok dalam peningkatan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran PKn di xxx”.

D. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan agar terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn dalam pokok bahasan Sistem Politik Indonesia  dikelas X SMA Negeri xxx dengan menggunakan media gambar dan diskusi kelompok dalam kegiatan belajar mengajar.

E. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian tindakan kelas ini diharapkan bermanfaat untuk:
1. Meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran.
2. Meningkatkan hasil belajar PKn.
3. Menentukan tindakan guru dalam meningkatkan hasil belajar PKn.
4. Siswa mampu memahami konsep PKn yang diajarkan.
5. Sekolah dalam pengambilan kebijaksanaan yang berhubungan dengan proses pembelajaran.

BAB II:  KAJIAN TEORITIS

Untuk kajian teoritis ini Anda bisa baca masing masing pada artikel dengan mengklik tautan pada judul,

BAB III: METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Sesuai dengan sistematika penelitian tindakan kelas sebagaimana yang dinyatakan oleh Wardani dkk (2004: 3,6) akan dijelaskan tentang antara lain:
Penataan penelitian, faktor yang diselidiki, rencana kegiatan, data dan cara pengumpulan data.

B. Penataan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan suatu cara untuk memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme guru, karena guru merupakan orang yang mengetahui segala sesuatu yang terjadi dalam pembelajaran. 
Agar penelitian dapat mencapai sasaran dengan maksimal maka proses penelitian mengacu kepada siklus penelitian tindakan kelas yang disampaikan oleh Wardani, dkk (2004: 2, 4)
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri xxx. Subjek dari penelitian ini adalah siswa Kelas X.7 yang berjumlah 24 orang, laki-laki sebanyak 9 orang dan perempuan sebanyak 15 orang.

C. Faktor Yang Diselidiki

Faktor yang akan diselidiki adalah hasil belajar siswa Kelas X.7 SMA Negeri XXX dengan menggunakan media gambar dalam proses belajar mengajar. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar tersebut antara lain:
1. Kemampuan dasar yang dimiliki siswa sebelum memulai tindakan.
2. Proses belajar mengajar dengan menggunakan media gambar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
3. Hasil akhir yang dicapai siswa, setelah melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media gambar pada mata pelajaran PKn.

D. Rencana Kegiatan

Siklus I

1. Perencanaan
Kegiatan perencanaan merupakan langkah yang paling awal dilakukan sebelum melaksanakan proses belajar mengajar dengan menggunakan media gambar. Adapun kegiatan dalam perencanaan ini adalah menyiapkan silabus, membuat RPP yang didalam terdapat mengenai penggunaan media pembelajaran berupa gambar tentang Sistem Politik Indonesia  antara lain :
Gambar pelaksanaan sidang MPR
Gambar Partai-partai yang ada di Indonesia.
Gambar susuan kabinet Indonesia Bersatu jilid II.  
Gambar mahasiswa yang melakukan demonstrasi
Gambar istana Negara, MPR, DPR, MA, MK, dan KY..
Ditambah lagi mempersiapkan pedoman observasi yang akan digunakan nanti oleh kolaborator dalam mengamati proses belajar mengajar.

2. Pelaksanaan Tindakan
Pada pelaksanaan tindakan dimulai dengan penjelasan guru secara singkat dan umum tentang materi pembelajaran Sistem Politik Indonesia . Siswa diberi kesempatan untuk mengamati gambar ditampilkan di papan tulis, kemudian siswa diminta untuk mengomentari gambar tersebut. Dari gambar tersebut guru terus mengarahkan siswa agar siswa dapat memberikan opini tentang Sistem Politik Indonesia .

Setelah masing- masing siswa diminta untuk untuk mengomentari gambar tersebut. Kemudian siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing- masing kelompok mendiskusikan pertanyaan yang bersifat opini dari penjelasan berdasarkan fakta dari gambar tersebut  yang berkaitan dengan Sistem Politik Indonesia , diantaranya: 

Dari gambar tersebut coba kalian kaitkan dengan materi Sistem Politik Indonesia  mulai dari pengertian, klasifikasi, Sistem Politik Indonesia  sesudah amandeman dan peran lembaga Negara dalam Sistem Politik Indonesia .

Setelah siswa mengamati, mengomentari dan mendiskusikan pertanyaan  dan opini tersebut, lalu masing- masing perwakilan kelompok mempresentasikannya kedepan kelas. Setelah mempresentasikan tugasnya kedepan kelas lalu setiap kelompok membuat laporan/ tugas diskusi tersebut. 

3. Observasi
Selama proses belajar mengajar berlangsung maka teman kolaborator mengamati pelaksanaan tindakan yang dilaksanakan.

4. Refleksi
Diakhir siklus diadakan refleksi terhadap semua kegiatan dan hasil yang diperoleh oleh kolaborator, yang mana hasil tersebut akan dijadikan dasar untuk menyusun rumusan tindakan pada siklus berikutnya

Siklus II

Langkah-langkah yang dilaksanakan dalam siklus II ini sama dengan siklus I. Siklus ke II ini dilaksanakan untuk yang belum terlaksana pada siklus I.

E. Jenis dan Cara Mengumpulkan Data.

Jenis data dari penelitian ini adalah data primer atau data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti yang diambil dari sumber data yaitu siswa-siswa Kelas X.7 SMA XXX. Sedangkan sifat datanya adalah data kuantitatif atau data yang berbentuk bilangan.

F. Teknik dan Alat Pengumpulan Data

1. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data.
      a. Observasi
     b. Tes Hasil Belajar
2. Alat pengumpulan data.
     a. Pedoman observasi untuk mengecek segala sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas siswa dalam PBM.
     b. Lembaran dengan aktivitas siswa dalam PBM.
     c. Lembaran tugas beserta nilai yang diperoleh siswa selama PBM berlangsung.

G.  Teknik Pengolahan Data 

Data yang diperoleh selama proses penelitian diolah secara kualitatif dan kuantitatif yang berguna untuk melihat perkembangan siswa dan ketercapaian tujuan pembelajaran.
Rumus:
P=f/N x 100%
Keterangan: 
P      = Presentase yang dicari 
f       = jumlah skor
N     = jumlah siswa
100  = angka untuk persentase

BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Siklus I

1. Perencanaan
Sebelum melakukan kegiatan di dalam kelas, guru menyiapkan dan menyusun rencana pembelajaran. Di rencana pembelajaran sudah terdapat tujuan pembelajaran, materi pelajaran, metoda dan media yang akan dipakai pada pembelajaran tersebut.

2. Pelaksanaan Tindakan
Sesuai dengan perencanaan, setelah guru menetapkan dan menyusun rencana pembelajaran serta mempersiapkan instrumen-instrumen yang dibutuhkan dalam penelitian, maka peneliti melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas X.7 yang dijadikan sebagai objek penelitian. Langkah-langkah yang peneliti lakukan dalam kegiatan belajar mengajar adalah:
a. Melakukan tanya jawab dengan siswa melalui gambar yang ditampilkan di papan tulis.
Dalam kegiatan ini peneliti menjelaskan materi pelajaran dengan cara melakukan tanya jawab dengan siswa, karena pada gambar yang ditampilkan  tersebut dilengkapi dengan simbol dan tanda.
b. Melaksanakan diskusi kelompok
Setelah materi tersebut ditanya jawabkan, maka siswa diberikan kesempatan untuk mendiskusikan materi tersebut kembali.
c. Masing- masing siswa melaporkan hasil diskusi.
d. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
e. Menjelaskan kembali materi yang diajarkan serta memberi kesempatan kepada siswa untuk mencatat.
f. Memberi tes, peneliti memberikan beberapa soal kepada siswa.
g. Mengawasi dan mengontrol siswa dalam mengerjakan tugas.
h. Mengumpulkan tugas yang diberikan kepada siswa.
i. Akhir pelajaran, peneliti menyimpulkan materi dan memberi PR. 

3. Observasi 
Untuk mengetahui hal-hal yang mempengaruhi pencapaian hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn, maka diamati tingkah laku dan kegiatan siswa selama proses mengajar berlangsung. Dari hasil pengamatan yang dilakukan:
Pada tabel 1 diperoleh gambaran kegiatan siswa sebagai berikut:
a. Siswa yang memperhatikan guru menjelaskan materi pelajaran persentase siswa yang memperhatikan guru adalah 67%.
b. Siswa yang aktif dalam proses belajar mengajar sebesar 63 %.
c. Siswa yang aktif berdiskusi persentasenya sebesar 57 %.
d. Siswa yang mau bertanya kepada guru tentang materi yang belum dipahami 47%.
e. Siswa yang mengerjakan tugas sendiri  sebesar 70 %.
f. Siswa yang mengerjakan pekerjaan rumah sebesar 67 % 

Dari kegiatan positif yang dilakukan siswa selama proses belajar mengajar mencapai persentase sebesar 61,8%. Dengan demikian persentase kegiatan siswa sedang, sudah barang tentu akan mempengaruhi pencapaian hasil belajar.
Dari hasil observasi yang dilakukan kolaborator terhadap aktifitas peneliti dalam proses belajar mengajar secara umum sudah melakukan dengan baik. Materi sudah disajikan dengan sistematis, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan berdiskusi dan sudah memberikan pengaruh dan pengawasan yang baik terhadap siswa. Namun  hasil yang diperoleh belum juga mencapai tujuan yang ditargetkan, Sehingga peneliti perlu melakukan perbaikan terhadap media dan hasil belajar siswa.

4. Refleksi 
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan terhadap kegiatan belajar siswa, dan catatan lapangan peneliti dan kolaborator serta hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn dengan penggunaan media gambar, maka refleksi dalam siklus I ditemukan hal-hal sebagai berikut:
a. Secara umum belum ada peningkatan hasil belajar siswa, kerena masih ada siswa yang tidak memperhatikan guru sewaktu menjelaskan materi pelajaran, suka menyontek pekerjaan temannya. Juga ditemukan siswa tidak mengumpulkan pekerjaan rumahnya. Disamping siswa lebih banyak diam daripada bertanya kepada guru tentang materi yang diajarkan.
b. Guru sudah berusaha dan memotivasi siswa agar mengerjakan tugas dengan baik, ternyata masih ada siswa yang menyontek pekerjaan temannya.
c. Kesulitan yang peneliti temui adalah sulitnya memprediksi pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.
d. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah diatas adalah:
1). Selalu memberikan motivasi kepada siswa yang malas bertanya dan mengerjakan tugas.
2). Memberikan pujian-pujian terhadap siswa yang menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas.
3). Menanamkan rasa percaya diri terhadap siswa dengan penggunaan media gambar pada mata pelajaran PKn.
4). Berusaha untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan penggunaan media gambar pada mata pelajaran PKn.

e. Pada siklus I ini belum mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan, maka dilanjutkan dengan siklus II.

B. Siklus II 

1. Pelaksanaan Tindakan
Berdasarkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn di siklus I dan refleksi yang dilakukan, maka hasil belajar ditetapkan belum tercapai, maka diperlukan siklus II. Dalam siklus II ini perbedaan yang dilakukan sedikit berbeda dengan siklus I yaitu penggunaan media gambar pada setiap kelompok diskusi siswa, pada siklus I tugas diskusi yang dilaporkan hanya perkelompok sementara siklus ke II ini disamping mengumpulkan masing kelompok, setiap siswa juga diharuskan untk menuliskanya di buku masing- masing sehingga siswa tidak hanya mengandalkan salah satu temannya untuk membuat tugas yang ditagih perkelompok, kemudian pada siklus II ini setiap siswa harus siap mempresentasikan tugasnya masing- masing karena guru secara acak akan menunjuk siswa  tampil ke Depan kelas. Kemudian sedikit pembaharuan dari siklus I, pada siklus II ini setiap siswa diberi kesempatan untuk mengomentari hasil presentasi siswa yang tampil, lalu siswa juga diberikan kesempatan untuk menanyakan hal- hal yang belum dipahami.  

2. Pengamatan
Dalam pelaksanaan tindakan pada siklus II peneliti dan kolaborator mengamati kegiatan-kegiatan yang dilakukan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Kegiatan siswa pada siklus II  berikut:
Berdasarkan hasil pengamatan kegiatan positif siswa selama belajar berlangsung, maka terdapat:
a. Siswa yang memperhatikan guru dalam menjelaskan materi pelajaran sebesar 84 %.
b. Keaktifan siswa meningkat mencapai 84 % dalam mengikuti proses belajar mengajar.
c. Persentase siswa yang aktif dalam berdiskusi 70%.
d. Persentase siswa yang mengajukan pertanyaan adalah 74 %. 
e. Untuk mengerjakan tugas sendiri keaktifan siswa meningkat persentasenya menjadi 84 % hampir seluruh siswa berusaha mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik.
f. Pada siklus ke II ini siswa yang membuat tugas di rumah juga mengalami perubahan, yang mana pada siklus I persentase siswa yang membuat PR hanya  67 %, sedangkan pada siklus ke II 80 %.
 Dari uraian diatas, pada siklus ke II ini pada umumnya sudah terjadi perubahan kegiatan siswa ke arah yang lebih baik, dimana persentase kegiatan positif siswa mengalami peningkatan. Maka dapat kita lihat hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn dengan menggunakan media gambar dan diskusi kelompok pada siklus II. 
Dari hasil pengamatan yang dilakukan, peneliti sudah berusaha meningkatkan hal-hal yang positif guna meningkatkan hasil belajar siswa. Sehingga dapat meningkatkan minat siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dan tujuan yang diharapkan tercapai. 

3. Refleksi
Berdasarkan hasil pengamatan peneliti dan kolaborator terhadap semua kegiatan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung, ditemukan hal-hal sebagai berikut:
a. Secara umum dapat dikatakan tindakan yang dilakukan pada siklus ke II telah dapat meningkatkan kegiatan dan partisipasi siswa dan meningkat hasil belajar siswa.
b. Melalui tindakan pada siklus ke II, pada umumnya siswa ikut aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar dan melaksanakan diskusi dengan baik.
c. Siswa pada umumnya sudah mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya dengan baik, karena sudah memiliki rasa percaya diri, tanpa meminta bantuan dari temannya.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Hasil penelitian hasil “Peningkatan hasil belajar melalui media gambar dan diskusi kelompok pada mata pelajaran PKn di kelas X.7 SMA xxx” dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Adanya kemajuan siswa dalam menyerap materi pembelajaran. Nilai hasil belajar yang di dapat siswa untuk setiap tahap penyajian meningkat.
2. Setelah dilakukan pertemuan Siklus II untuk siklus kegiatan, maka siswa telah menguasai materi pembelajaran >80 %.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disarankan:
1. Penggunaan media gambar dalam mata pelajaran PKn di kelas X.7 SMA xxx.
2. Kepada guru yang mengajar PKn di kelas X.7 SMA xxxx.untuk dapat menggunakan media gambar dan diskusi kelompok dalam pembelajaran.
3. Kepada segenap jajaran pendidikan yang membidangi pembinaan pendidikan dan pengajaran, supaya dapat memberikan pelatihan-pelatihan penggunaan media pembelajaran. 
dalam:

Share:

Loading...

Postingan Terkait

No comments:

Post a Comment