Hakikat dan Jenis Jenis Paragraf

   

Hakikat Paragraf

Ada beberapa pengertian tentang paragraf. Keraf (1980) menyatakan bahwa alinea (paragraf) pada prinsipnya merupakan satu kesatuan pikiran, suatu kesatuan yang lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat. Selanjutnya,  Kridalaksana (1984) menyatakan bahwa paragraf merupakan satuan bahasa yang mengandung satu tema perkembangannya. Pengertian ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Parera (1984), yakni paragraf merupakan satu model karangan yang terkecil. Dengan demikian, paragraf menjadi unit dasar wacana yang berisi informasi dalam suatu paket yang terorganisir secara jelas dan saling terkait.

Akhadiah, dkk. (1991) menjelaskan bahwa dalam paragraf terkandung satu unit buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut, mulai dari kalimat pengenal, kalimat utama atau kalimat topik, kalimat-kalimat penjelas sampai kepada kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. Jadi, paragraf merupakan himpunan dari kalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan.

Di dalam sebuah paragraf,  biasanya terdapat sebuah kalimat yang berisi topik sentral dan kalimat-kalimat lain yang berisi penjelasan terhadap topik sentral itu (Atmazaki, 2006). Artinya, sebuah paragraf yang baik hanya memiliki satu topik yang ditempatkan dalam kalimat topik, sedangkan kalimat-kalimat lain dalam paragraf itu menjelaskan topik.

Berdasarkan berbagai pendapat tentang paragraf tersebut dapat dipahami bahwa pada hakikatnya paragraf merupakan seperangkat kalimat yang berhubungan untuk membentuk suatu topik. Hal ini berarti bahwa jumlah kalimat dalam satu paragraf bersifat relatif.. Yang harus diperhatikan adalah semua kalimat yang terdapat dalam satu paragraf hendaklah membahas topik yang sama atau berkaitan erat dengan topik paragraf tersebut.

b. Jenis-Jenis Paragraf

Moeliono (2003) membedakan paragraf atas empat jenis, yakni eskposisi, argumentasi, narasi, dan deskripsi. Tujuan utama  eksposisi ialah pemberian informasi secara lengkap dan wajar. Karena itu, jenis paparan yang baik adalah yang pemakaian bahasanya jernih, ringkas dan lugas. Bahasa argumentatif dapat didengar dan dibaca dalam perdebatan dan karangan. Karena di dalam argumentasi terikat pada argumen atau alasan pendapat, harus dijaga agar penalaran tidak lepas kendali pada saat mengajukan pendapat. Maksud narasi adalah membuat cerita; mengisahkan secara berturut-turut suatu rangkaian peristiwa. Lewat perian atau deskripsi penyusun bermaksud agar khalayaknya dapat ikut melihat, mendengar atau merasa apa yang dilihat, didengar atau dirasa penulis.

Menurut Atmazaki  (2006), paragraf dapat dibagi atas empat jenis yaitu deskripsi, narasi, eksposisi, dan argumentasi. Paragraf deskriptif merupakan paragraf yang isinya melukiskan suatu objek (tempat, benda, atau manusia). Paragraf naratif merupakan paragraf yang berisi cerita berdasarkan urutan serangkaian kejadian atau peristiwa. Paragraf yang berjenis eksposisi memuat penjelasan tentang sesuatu, membuka sesuatu, atau memberitahukan sesuatu sehingga pembaca atau pendengar mengerti dan memahami sesuatu itu. Pargaraf argumentatif merupakan paragraf yang isinya berupaya meyakinkan pembaca tentang gagasan atau pernyataan yang dikemukakan.
Selain itu, jenis lainnya adalah persuasif. Persuasi sama dengan bujukan, ajakan, atau rayuan. Pada paragraf pesuasif terungkap adanya keinginan penulisnya agar idenya diikuti orang lain . Hal ini dilakukan dengan cara membujuk, mengajak, atau merayu pembaca.

Berdasarkan jenis-jenis paragraf tersebut, dapat disimpulkan bahwa  jenis tulisan sangat bergantung pada tujuan dari penulisan itu sendiri. Hal ini dapat dilihat di dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pada kedua kurikulum tersebut kegiatan menulis diarahkan pada peningkatan keterampilan menulis siswa dalam berbagai bentuk. Misalnya, menulis laporan, surat, artikel, dan lain-lain. Jadi, penguasaan bermacam-macam menulis paragraf terintegrasi dalam berbagai produk tulisan tersebut dan tidak diajarkan secara terpisah.
dalam:

Share:

Loading...

Postingan Terkait

No comments:

Post a Comment