Hakikat Media Pembelajaran

   

1. Pengertian Media Pembelajaran.

Kata “media” berasal dari Bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari “Medium“, yang berasal dari Bahasa Indonesia. Kata “Medium”, dapat diartikan sebagai “Perantara” atau ”Pengantar”.
Beberapa pendapat tentang media pembelajaran:

  1. a. Hamalik 1985:23) menyatakan bahwa:Media pendidikan adalah alat, metoda dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.
  2. b. Santoso S. Hamidjojo, Media adalah semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan ide, hingga itu bisa sampai pada penerima.

2. Peranan dan Kegunaan Media Dalam Pembelajaran

Media digunakan dalam proses belajar mengajar dengan dua cara, yaitu sebagai alat bantu mengajar dan sebagai media belajar yang dapat digunakan sendiri. Media membantu guru dalam memberikan informasi yang lebih baik.

Media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2002: 2), manfaat dari media pendidikan atau pengajaran itu antara lain:

  • Pengajaran akan lebih menarik perhatian sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
  • Bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
  • Metoda mengajar akan lebih bervariasi tidak semata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi guru mengajar untuk setiap mata pelajaran.
  • Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan mendengarkan dan lain-lain.

Alasan kedua mengapa penggunaan media dapat mempertinggi hasil pengajaran adalah berkenaan dengan taraf berpikir siswa. Taraf berpikir manusia mengikuti tahap perkembangan dimulai dari berpikir kongkrit menuju ke berpikir abstrak, dimulai dari berpikir sederhana menuju ke berpikir kompleks.

3 Jenis-Jenis Media Pembelajaran

Menurut Soendjojo Dirdjosoeman:
a. Media asli/tiruan.
b. Media grafis.
c. Media proyeksi.
    - Proyeksi diam (still projec)
    - Proyeksi gerak (movie projec)
d. Media dengar (audia media)
e. Media pandang dengar (audio visual)
f. Media cetak (printed material)

Pada bagian ini akan diuraikan tinjauan beberapa jenis media pengajaran yang digunakan dalam kegiatan proses belajar mengajar, diantaranya media asli/sebenarnya, penyajian verbal/ setiap kata tertulis untuk menyatakan ide, penyajian grafis, gambar diam, gambar bergerak, rekaman suara, program, model dan simulasi/tiruan situasi.


Media Asli

Real material atau media asli merupakan media tiga dimensi. Penggunaan media asli sebagai media membantu anak memahami objek yang sedang dipelajari karena dengan mengamati media aslinya seluruh anak mendapat pengalaman belajar yang lebih akurat dan nyata. Semakin banyak pengalaman belajar anak yang diperoleh melalui panca inderanya, proses belajar mengajar akan semakin efektif karena pemahaman anak semakin mantap sehingga pelajaran tidak mudah lupa.
Kesulitan dalam mempergunakan media asli adalah jika media tersebut terlalu besar, terlalu kecil, terlalu berat untuk dibawa ke dalam kelas dan sebagainya.

Media Gambar/Foto

Arief S Sadiman (1948: 29) menyatakan bahwa “gambar/foto adalah media yang paling umum dipakai. Dia merupakan bahasa yang umum, yang dapat dimengerti dimana-mana. Oleh karena itu pepatah Cina yang menyatakan bahwa sebuah gambar berbicara lebih banyak daripada seribu kata”.

Selanjutnya Nana Sudjana (2002: 70) menyatakan bahwa “gambar/fotografi itu pada dasarnya membantu mendorong para siswa dan dapat membangkitkan minatnya pada pembelajaran dan membantu mereka dalam pengembangan kemampuan berbahasa, kegiatan seni, pernyataan kreatif dalam bercerita, dramatisasi, bacaan, penulisan, melukis dan menggambar, serta membantu mereka menafsirkan dan mengingat-ingat materi bacaan dari buku teks”, kemudian M. Basyiruddin Usman (2002: 47) menyatakan bahwa gambar/foto merupakan bentuk asli dalam dua dimensi juga merupakan alat visual yang efektif karena dapat divisualisasikan sesuatu yang akan dijelaskan dengan lebih konkrit realisties dan informasi yang disampaikan dapat dimengerti dengan mudah karena hasil yang diperagakan lebih mendekati kenyataan melalui gambar/foto yang diperlihatkan kepada anak-anak, dan hasil yang diterima oleh anak akan sama”.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media grafis gambar/foto dalam proses pembelajaran akan dapat membantu memotivasi siswa pada proses belajar mengajar baik secara fisik maupun kemampuannya untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

4. Kriteria-kriteria pemilihan media

Kriteria dalam pemilihan media ini untuk tujuan pengajaran antara lain:
a. Harus cukup memadai artinya pantas untuk tujuan pembelajaran yaitu menampilkan gagasan, bagian informasi atau satu konsep jelas mendukung tujuan serta kebutuhan pengajaran.
b. Harus memenuhi persyaratan artinya yang bermutu gambar-gambar yang memenuhi persyaratan mutu seni hendaknya memenuhi faktor yaitu:
    1). Komposisi yang baik.
    2). Pewarnaan yang efektif
    3). Dan teknik
c. Harus cukup besar dan jelas. Gambar yang tajam dan kontras mempunyai kelebihan, karena ketepatan dan rinciannya menggambarkan kenyataan secara lebih baik.
d. Validitas gambar. Yaitu apakah gambar itu benar atau tidak. Gambar-gambar yang representatif dari bidang studi tertentu yang menampilkan pesan yang benar menurut ilmu, merupakan gambar-gambar yang tepat untuk maksud pengajaran yang sahih.
e. Memikat perhatian siswa, untuk ikut dalam proses belajar mengajar. Baca juga: Hakikat Belajar
dalam:

Share:

Loading...

Postingan Terkait

No comments:

Post a Comment