Hakikat Permainan dalam Pembelajaran Bahasa

   
Perrmainan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Permainan dilakukan untuk mencari kesenangan dan kebahagiaan. Orang yang sedang bermain bukan saja dapat menikmati permainan itu, melainkan juga memperoleh sejumlah pengalaman belajar (pengetahuan, sikap, dan keterampilan).
Fakta membuktikan bahwa orang dewasa pun menyukai permainan. Beberapa acara di stasiun televisi misalnya, dikemas dalam bentuk permainan. Mulai dari kuis “Super Deal” di Anteve, “Kuis Dangdut” di TPI, dan kuis “Who Wants to be A Milionaire” di RCTI, dan lain-lain. Semua permainan itu disajikan dengan tingkat kebermanfaatan yang beragam. Akan tetapi, maraknya acara sejenis menunjukkan bahwa pada prinsipnya anak-anak maupun dewasa menyukai permainan karena dapat menyenangkan dan menambah ilmu pengetahuan.



Subana dan Sunarti (tt.:208) menyatakan bahwa permainan adalah satu bentuk rekreasi yang memberikan kesenangan (enjoyment) kepada pemainnya. Ciri-cirinya adalah (1) adanya seperangkat peraturan yang eksplisit yang harus diperhatikan oleh pemain dan (2) adanya tujuan yang harus dicapai / tugas yang harus dikerjakan.

Permainan (game) biasanya digunakan untuk memeragakan atau menirukan suatu keadaan sebenarnya. Menurut Suyatno (2004), ada dua jenis permainan dalam pembelajaran. Pertama, permainan yang digunakan untuk tujuan pendidikan. Kedua, permainan yang digunakan semata-mata sebagai  “permainan murni”, yakni apa yang disebut “pemecah kebekuan” (ice breaker) atau “pembangkit semangat” (energizer).

Kesimpulan yang dapat diambil dari berbagai pendapat tersebut adalah permainan belajar (learning games) dapat menciptakan atmosfir yang menggembirakan dan membebaskan. Jika dimanfaatkan dengan baik dan kreatif, permainan dapat menyingkirkan kebekuan, stres, membangun kreatifitas diri siswa, dan mencapai tujuan tanpa disadari.

Permainan akan menjadi lebih menarik jika di dalamnya ada unsur-unsur persaingan atau perlombaan di dalamnya, sekaligus sebagai unsur yang menghibur. Permainan merupakan sesuatu yang menimbulkan kesenangan, kegairahan, dan motivasi. Jadi, memasukkan unsur permainan dalam pembelajaran bahasa, khususnya pada materi tertentu, diduga dapat menambah motivasi siswa dalam belajar.
dalam:

Share:

Loading...

Postingan Terkait

No comments:

Post a Comment