Cara Mengukur Tingkat Inflasi

   
Bagaimana cara mengukur tingkat inflasi? Indikator apa untuk mengukur tingkat inflasi? Ini penting diketahui agar kita tidak dibodoh bodohi bahwasanya inflasi tahun sekian segitu persen. Berikut cara dan indikator dalam mengukur atau menentukan tingkat inflasi.

Dari situs resmi bi.go.id, berdasarkan International Best Practice indikator untuk menentukan tingkat inflasi ada 3 yakninya,

Indeks Harga Konsumen / IHK

Pengertian IHK atau singkatan dari Indeks Harga Konsumen adalah melakukan perhitungan rata rata perubahan harga dalam suatu perioda waktu dari sekumpulan barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Indikator ini dipergunakan untuk mengukur tingkat inflasi.

Tujuan penghitungan IHK adalah untuk tahu perubahan harga dari kelompok barang dan jasa tertentu. Perubahan indeks inilah yang akan menentukan apakah terjadi inflasi atau deflasi sebuah barang.

Cara menghitung IHK / Indeks Harga Konsumen sangat banyak.
Namun yang paling sering dan digunakan di Indonesia adalah digunakan rumus Laspeyres termodifikasi. Perhitungan dengan formula Laspeyres ini akan mencakup hingga 462 jenis barang dan jasa yang dikelompokkan menjadi 7 klasifikasi berdasarkan Classification of Individual Consumption by Purpose (COICOP). Tujuh kelompok barang dan jasa menurut COICOP tersebut sebagai berikut,

  1. Kelompok Bahan makanan
  2. Kelompok makanan dan minuman jadi dan tembakau
  3. Kelompok papan/perumahan
  4. kelompok sandang
  5. kelompok kesehatan
  6. kelompok olahraga dan pendidikan
  7. kelompok transportasi dan komunikasi
Lebih lengkap bisa baca:

Indeks Harga Perdagangan Besar / IHPB

Pengertian harga perdagangan besar adalah harga transaksi antara pedagang besar dengan pedangan/pengecer berikutnya dalam jumlah besar pada pasar besar pertama. Data tersebut akan dikumpulkan dari perusahaan ekspor-impor, dan pedagang grosir

Penyajian bentuk indeks umum perdagangan besar ini berdasarkan pengelompokkan barang seperti berikut,

  1. Kelompok penawaran barang yang meliputi sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, industri, impor, dan ekspor.
  2. Kelompok pengguna barang.
  3. Kelompok barang dalam tahapan proses produksi.
  4. Kelompok bahan-bahan bangunan/konstruksi.

Deflator GDP


GDP adalah singkatan dari Gross Domestic Product atau diterjemahkan menjadi PDB / Produk Domestik Brutto.

Deflator PDB ini akan menyajikan gambaran level harga barang akhhir dan jasa produksi dalam negeri. Deflator GDP ini didapat dari hasil bagi harga nominal (harga yang konstan) GDP dengan GDP Real (harga yang berlaku).
dalam:

Share:

Loading...

Postingan Terkait

No comments:

Post a Comment