Utang Luar Negerti dalam Pembangunan Indonesia

   

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (Perpu) no 2 tahun 2006, tentang tata cara pengadaan pinjaman atau penerimaan hibah luar negeri dijelaskan pengertian utang luar negeri adalah

Setiap penerimaan negara baik dalam bentuk devisa dan atau devisa yang dirupiahkan, rupiah, maupun dalam bentuk barang dan atau jasa yang diperoleh dari pemberi pinjaman luar negeri yang harus dibayar kembali dengan persyaratan tertentu. Pinjaman luar negeri bank sentral adalah pinjaman yang dimiliki oleh Bank Indonesia yang diperuntukkan dalam rangka mendukung neraca pembayaran dan cadangan devisa. Pinjaman luar negeri swasta adalah pinjaman luar negeri penduduk kepada bukan penduduk dalam valuta asing dan atau rupiah berdasarkan perjanjian pinjaman atau perjanjian lainnya, kas dan simpanan milik bukan penduduk, dan kewajiban lainnya kepada bukan penduduk. Pinjaman luar negeri swasta meliputi pinjaman bank dan bukan bank.
Utang ini sendiri merupakan alternatif yang digunakan dalam mencukupi kebutuhan belanja. Termasuk dalam lingkup negara atau yang dikenal dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Pinjaman dari luar negeri akan digunakan dalam penunjang biaya pembangunan di berbagai sektor.

Tidak dipungkiri, utang luar negeri Indonesia cenderung semakin tahun semakin meningkat. Ini dikarenakan faktor defisit yang disebabkan oleh,

  1. Defisit transaksi berjalan atau trade gap. Maksudnya nilai ekspor lebih sedikit dibanding nilai impor.
  2. Defisit investasi atau disebut dengan IS Gap. maksudnya dana pembiayaan investasi dalam negeri lebih besar dibanding tabungan nasional
  3. Defisit Fiskal
Defisit Transaksi Berjalan atau trade gap bisa dikatakan sebagai sebab utama pembengkakan utan luar negeri di Indonesia, umumnya di negara berkembang lainnya memang juga begitu. Defisit ini negatif terhadap neraca modal, akibatnya neraca pembayaran atau BOP defisit. Efeknya, otomatis cadangan devisa akan berkurang.

Ketergantungan Indonesia pada utang luar negeri hingga saat ini cukup vital. Sejumlah utang dibuat pada IMF untuk melengkapi pembiayaan pembangunan dan penyelenggaraan negara. Baca juga: Teori Utang Luar Negeri
dalam:

Share:

Loading...

Postingan Terkait

No comments:

Post a Comment