Aktivitas Belajar Siswa

   
Aktivitas belajar adalah seperangkat kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik dalam pembelajaran, misalnya dalam kegiatan audiovisual, menulis, menggambar, kegiatan mental dan emosional (Hamalik, 2003 dalam Asbullah, 2005: 9). Belajar yang berhasil mesti melalui berbagai macam aktivitas baik aktivitas fisik maupun psikis. Aktivitas fisik ialah apabila peserta didik giat aktif dengan anggota badannya, bermain atau bekerja, ia tidak hanya duduk dan mendengarkan, melihat atau hanya pasif. Peserta didik yang emmiliki aktivitas psikis (kejiwaan) adalah jika daya jiwanya bekerja sebanyak-banyaknya atau banyak berfungsi dalam rangka pengajaran.
Sriyono (1982: 15) mengungkapkan bahwa keaktifan anak dalam mencoba atau mengerjakan sesuatu amat besar artinya dalam pendidikan dan pengajaran. Percobaan-percobaan yang ia lakukan akan memantapkan hasil studinya. Lebih dari itu akan menjadikannya rajin, tekun, tahan uji dan percaya pada diri sendiri. Ia mempunyai rasa optimis dalam menghadapi hidup.

Silberman (2006: 23) mengungkapkan bahwa lebih dari 2400 tahun yang lalu, Confius mengeluarkan 3 pernyataan sederhana yang mengungkapkan pentingnya belajar yaitu: ”Yang saya dengar, saya lupa. Yang saya lihat, saya ingat. Yang saya kerjakan, saya pahami”. Pernyataan ini dimodifikasi oleh Silberman (2006: 23) dan dapat diperluas menjadi paham Belajar Aktif sebagai berikut:
 Yang saya dengar, saya lupa.
Yang saya dengar dan lihat, saya sedikit ingat.
Yang saya dengar, lihat dan pertanyakan atau diskusikan dengan orang lain, saya mulai pahami.
Dari yang saya dengan, lihat, bahas dan terapkan, saya dapat pengetahuan dan keterampilan.
Yang saya ajarkan kepada orang lain, saya kuasai.
Belajar merupakan suatu proses yang kompleks yang terdiri dari berbagai kegiatan atau aktivitas jasmani dan rohani. Aktifitas siswa sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar, sehingga siswalah yang banyak aktif, sebab siswa sebagai objek didik adalah yang merencanakan dan ia sendiri yang melaksanakan belajar. Menurut Hartono (1991: 5)
Aktivitas adalah suatu kesibukan dalam kelas secara terstruktur dan terbimbing oleh guru guna meningkatkan pemahaman siswa terhadap pelajaran yang disajikan.
 Setiap reaksi yang diberikan dalam pembelajaran mengandung aktivitas sehingga semakin banyak aktivitas yang dilakukan maka dalam kita menguasai segala sesuatu semakin tinggi hasil belajar yang diperoleh. Hasil belajar tidak akan dapat dikuasai hanya mendengar atau membaca saja, tetapi masih diperlukan kegiatan lain seperti membuat rangkuman, mengadakan tanya jawab, diskusi, melakukan percobaan, memecahkan soal, mengambil keputusan dan sebagainya.

Dalam kegiatan belajar aktif siswa berusaha mencari informasi-informasi, memperoleh jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dan pemecahan masalah atau mencari cara untuk mengerjakan tugas sendiri atau secara berkelompok. Pendapat ini diperkuat oleh John Holt dalam Silberman (2006: 26) yang menyatakan bahwa proses belajar akan mengingatkan jika siswa diminta untuk melakukan hal berikut:

  1. Mengemukakan kembali informasi dengan kata-kata mereka sendiri.
  2. Memberikan contohnya.
  3. Mengenalinya dalam bermacam bentuk dan situasi.
  4. Melihat kaitan antara informasi itu dengan fakta atau gagasan lain.
  5. Menggunakannya dengan beragam cara.
  6. Memprediksikannya dengan beragam cara.
  7. Memprediksikan sejumlah konsekuensinya.
  8. Menyebut lawan atau kebalikannya.

Dalam setiap metode belajar, terdapat bermacam-macam kegiatan akan tetapi tidak semua metoda mengandung aktivitas yang sama banyaknya, misalnya pada metoda ceramah aktivitas yang dilakukan siswa antara lain menangkap isi, jalan pikiran dan inti ceramah. Sedangkan pada metode menggunakan media siswa aktif mengumpulkan keterangan, mengajukan pertanyaan, mencari jawaban atas masalah, mengambil kesimpulan dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, dalam pembelajaran yang menggunakan media dapat meningkatkan aktivitas siswa sehingga tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran semakin dalam artinya hasil belajar dapat ditingkatkan. Sesuai dengan yang dikemukakan oleh Slameto (1991: 87) bahwa:

Dalam mengajar guru harus menumbuhkan aktivitas siswa dalam berpikir dan bertindak, dengan aktivitas siswa sendiri, pelajaran menjadi berkesan, dipikirkan, diolah, dan dikeluarkan lagi dalam bentuk yang berbeda, siswa akan bertanya, mengajukan pendapat, menimbulkan diskusi dengan guru. Bila siswa menjadi partisipan aktif maka ia memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan yang baik. Baca juga : Metoda Diskusi Kelompok dalam Pembelajaran

dalam:

Share:

Loading...

Postingan Terkait

No comments:

Post a Comment