Kurs Valuta Asing dan Sistem Penetapan Harga Valas

   

Pengertian valas adalah secara sederhananya adalah mata uang asing selain rupiah. Dalam perdagangan internasional, tukar menukar antara mata uang ini yang disebut sebagai transaksi perdagangan valuta asing (foreign exchange atau biasa disingkat forex). Pengertian kurs sendiri adalah nilai tukar atau exchange rate. Jadi secara etimologi kurs valuta asing ini adalah nilai tukar dari mata uang asing.

Dari pandangan secara etimologi tadi, kurs valuta asing lebih sederhana disimpulkan sebagai nilai perbandingan (rate) antara suatu dua jenis mata uang misalkan rupiah ke dollar, euro ke rupiah dan pasangan pasangan lainnya. Sebagai ilustrasi dari rate tersebut, bisa dilihat di situs situs bank. Nilai tukar (kurs) dollar sekarang Rp 13.163. Ini artinya untuk menukarkan mata uang rupiah ke dollar mengikuti perbandingan 1 dollar akan bernilai 13.363 rupiah.

Jenis kurs valuta asing ini ada dua. Kurs jual dan kurs beli. Pengertian kurs jual adalah nilai (berupa harga) yang diberikan oleh pihak yang menjual mata uang asing kepada kita. Sementara kurs beli adalah, harga atau nilai yang diberikan oleh pihak pembeli kepada kita. Adapun pihak yang dimaksud adalah semisal bank, money changer dan makelar valas.

Di berbagai negara belahan dunia, sistem kurs valas ini ditetapkan dengan beberapa cara oleh pemerintahnya. Kebijakan tersebut tentu dengan pertimbangan pertimbangan tersendiri. Beberapa cara penetapan sistem kurs tersebut adalah.

Sistem kurs tetap (fixed exchange rate). Sistem ini mengkondisikan nilai tukar mata uang ditetapkan pemerintah. Peran pemerintah tersebut dalam mengaplikasikan langkah dan kebijakan dalam menetapkan exchange rate pada harga tetap. Efek dan resiko fluktuasi pergerakan harga akan diselesaikan oleh pemerintah. Intervensi pemerintah terlihat nyata pada negara yang menetapkan sistem ini. Pada kondisi dimana terjadi penawaran yang berlimpah maka pemerintah sendiri yang akan membeli demi menjaga kestabilan harga. Apabila permintaan banyak pemerintah wajib menjual persediaanya. Kelebihan sistem ini adalah kurs mata uang tetap. Namun kekurangannya, pemerintah harus memiliki cadangan devisa yang kuat untuk tetap menjaga nilai mata uangnya.

Sistem Kurs Bebas (floating exchange rate). Pada sistem ini, nilai tukar mata uang tidak di intervensi pemerintah. Sepenuhnya diserahkan pada mekanisme dan kondisi pasar. Kurs akan dipengaruhi oleh kapasitas demand and supply di pasar.

Sistem kurs Bebas terkendali (Managed Floating Rate). Sistem ini adalah perpaduan antara dua sistem sebelumnya. Nilai kurs tergantung pada mekanisme pasar namun ada kondisi dimana pemerintah ikut mengintervensi ketika dirasa situasi pasar kurang baik. Campur pemerintah pada penganut sistem ini bisa dalam bentuk dua aksi. Dirty floating : dimana pemerintah ikut sereta dalam perdagangan valas untuk memenuhi permintaan/penawaran. Clean floating, pemerintah tidak terlibat langsung dalam transaksi, namun pemerintah akan mengeluarkan kebijakan terhadap hal yang mempengaruhi pasar valas seperti tingkat suku bunga.
dalam:

Share:

Loading...

Postingan Terkait