Contoh Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan

   
Di bawah ini akan diberikan contoh cara perhitungan pajak bumi dan bangunan (PBB). Simulasi perhitungan ini ditujukan terutama untuk pembelajaran ekonomi SMA. Sebelum menghitung pajak bumi dan bangunan (PBB) ada beberapa hal yang harus diketahui terlebih dahulu.

Sesuai dengan UU no 23 tahun 1994 :
  1. NJOP adalah nilau jual objek pajak artinya segala sesuatu yang dikenai pajak
  2. Nilai Jual Objek Tidak Kena Pajak (NJOTKP) ditetapkan oleh masing-masing daerah dengan nilai maksimum Rp 12.000.000,- Setiap tanah dan bangunan dibawah Rp 12.000.000 (atau disesuaikan dengan kab anda) tidak dipungut biaya PBB.
  3. Dasar perhitungan pajak berkisar antara 20% - 100% dari NJOP (Nilai Jual Objek Pajak)
  4. NJKP 20% untuk pertambangan dan objek pajak yang bernilai dibawah Rp 1.000.000.000
  5. NJKP 40% untuk perkebunan, kehutanan atau objek pajak di atas Rp 1.000.000.000
  6. Tarif dasar PBB sebesar 0,5%
  7. *ketentuan tersebut bisa saja diperbaharui dengan UU terbaru, namun yang terpenting disini adalah bagaimana langkah menghitung Pajak Bumi dan bangunan (PBB).
Sementara untuk langkah menghitung pajak bumi dan bangunan adalah :
Hitung total NJOP - Kurangkan dengan NJOTKP - Sisanya Kalikan dengan NJKP - Hasilnya kalikan dengan tarif dasar pajak.
Soal 1. Nyonya Felly memiliki rumah diatas tanah dengan luas 120 meter persegi. Jika luas bangunan Nyonya Felly adaah 60 meter persegi. Berapa pajak yang harus dibayar Nyonya Felly jika Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah Rp 285.000 dan Nilai Jual Objek Pajak bangunan Rp 162.000.

Pembahasan :
NJOP Bumi 120 x 285.000              Rp 34.200.000,-
NJOP Bangunan 60 x 162.000         Rp   9.720.000,-
                                                     ----------------------+
Total NJOP                                                       Rp 43.920.000
NJOTKP                                                         (Rp 12.000.000)
                                                                 -------------------------
                                                                          Rp 31.920.000
NJKP 20% x 31.920.000 =  Rp 6.384.000
Pajak 0,5% x 6.384.000 = Rp 31.920
Jadi Nyonya Felly harus membayar pajak sebesar Rp 31.920.

Soal 2. Tuan Takur memiliki NJOP tanah Rp 5.000.000 dan NJOP bangunan sebesar Rp 6.000.000,-. Tentukan besar pajak yang harus dibayar tuan Takur!

Pembahasan :
NJOP total = 5.000.000 + 6.000.000  = Rp 11.000.000,-
NJOTKP =                                             Rp 12.000.000,-
Karena NJOP Tuan Takur tidak melebihi atau di bawah NJOTKP maka Tuan takur tidak dikenai pajak.

Soal 3. Bu Torin memiliki tanah dengan nilai jual Rp 9.000.000 dan bangunan yang memiliki nilai jual Rp 18.000.000,- Maka Besar Pajak yang harus dibayarkan oleh bu Torin adalah.

Pembahasan :
NJOP total                  Rp 27.000.000
NJOTKP                    (Rp 12.000.000)
                                 --------------------
NJOKP                      Rp 15.000.000
NJKP = 20% x 15.000.000 = 3.000.000
Pajak = 0,5% x 3.000.000 = 15.000,- Jadi Bu Torin harus membayar paja sebesar Rp 15.000.

Hasil penerimaan pajak biasanya akan diberikan untuk negara sebesar 10% (pemerintah pusat) dan 10% untuk biaya pemungutan pajak. Sementara sisanya 80% diperuntukkan untuk pemerintah daerah.

Dari jatah pemerintah daerah tersebut akan dibagi dengan perbandingan 1:4 antara pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten. Artinya pemerintah kabupaten mendapatkan bagian terbesar dari pajak ini. Baca juga : Cara menghitung Pajak Pertambahan Nilai (PPn).
dalam:

Share:

Loading...

Postingan Terkait

1 comment: