Teori Produksi

   

Produksi adalah sebuah proses dalam tujuan menambah nilai guna suatu barang sebagai upaya dalam pemenuhan kebutuhan. Dalam produksi dikenal ada istilah produksi jasa dan produksi barang. Produksi jasa adalah kegiatan menambah nilai manfaat suatu bnda tanpa melakukan perubahan pada bentuknya. Sementara itu jika penambahan nilai guna suatu benda disertai perubahan sifat dan bentuknya itulah yang dikenal dengan produksi barang.

Sebagai mana telah disinggung, tujuan umum dari produksi adalah memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menuju kemakmuran. Ketersediaan barang dan jasa yang cukup, itulah defenisi dari kata kemakmuran yang dimaksud. Pihak pihak yang melakukan produksi inilah yang disebut dengan produsen.

Setiap kegiatan produksi ini akan butuh modal. Defenisi modal disini merupakan keseluruhan alat yang digunakan dalam proses hingga berhasilnya produk barang/jasa. Dengan demikian, para pelaku dan orang yang terlibat dalam produksi, mengharapkan keuntungan dari hasil produksi. Menyinggung masalah modal, modal ini terdiri dari modal tetap, modal lancer yang bisa berasal dari modal sendiri dan modal asing.

Pengertian Modal tetap adalah modal yang bisa digunakan berulang kali dalam kegiatan produksi. Biasanya ini berupa barang barang keras, seperti cetakan kue bagi produsen kue. Sementara itu modal lancer adalah odal yang hanya dipakai sekali dalam satu prosese produksi. Contoh dari modal ini adalah bahan bakar. Dimana akan segera habis ketika digunakan.

Teori Produksi

Teori produksi adalah suatu gambaran bagaimana produsen berperilaku dalam memproduksi barang dan jasa. Teori produksi menekankan kepada efesiensi. Dalam hal ini dikenal dua konsep utama, yaitu memproduksi ott put semaksimal mungkin dengan input yang tetap (konsp konvensional) atau memproduksi out put pada tingkat tertentu dengan biaya yang serendah mungkin (konsep modern).

Konsep Konvensional, Konsep pertama ini merupakan konsep lama (konvensional) yang bercirikan produksi sebanyak mungkin. Konsep ini memiliki kelemahan, yaitu: Produk yang dihasilkan kemungkinan melebihi permintaan pasar sehingga produsen terpaksa menurunkan harga. Akibat lain adalah meningkatnya persediaan sehingga harus disimpan dalam gudang dan akibatnya meningkatnya biaya penyimpanan

Konsep Modern, Konsep kedua ini merupakan konsep modern atau yang dikenal juga dengan Just in Time (JIT). yaitu memproduksi produk yang diperlukan pada waktu dibutuhkan konsumen dengan cara paling ekonomis atau paling efesien.
dalam:

Share:

Loading...

Postingan Terkait